Dahulu kala ada seorang raja yang
terlalu membebani rakyatnya dengan tugas-tugas kenegaraan. Suatu hari ia bertanya kepada isterinya, ”Jika saya mengetahui
persoalan mana yang terpenting, maka saya dapat menggunakan waktu saya lebih
efektif dan menjadi raja yang lebih baik.”
Kemudian, sang ratu mengusulkan agar
ia berkonsultasi dengan salah satu orang bijak yang ada di kerajaannya. Satu per satu sang raja memanggil orang bijak
itu : sarjana, pendeta, politikus, dan penasihat. Setiap orang bijak itu mempunyai pandangan
yang berbeda-beda mengenai persoalan yang terpenting.
Akhirnya, dengan hampir putus asa
mencari nasihat yang dapat menolongnya, sang raja memutuskan untuk mengunjungi
pertapa suci yang tinggal di sebuah bukit.
Saat ia menuju ke tempat tinggal sang pertapa, ia melihat pertapa itu
sedang mencangkul kebunnya. Pertapa itu tiba-tiba menghentikan kegiatannya lalu
mendengarkan dengan penuh perhatian pada sang raja yang sedang meminta nasihat
itu. “Saya punya dua petanyaan,” jelas
sang raja. “Pada
siapa saya harus menghabiskan waktu dan memfokuskan perhatian saya?” dan ”masalah apa yang terpenting
dan yang seharusnya ditangani pertama kali?”