Anak-anak kelas
1 dan 2 sedang berkumpul di ruang pertemuan,menunggu kelasnya dimulai. Penyair
yang berkunjung itu bersama dengan mereka pagi ini, dan mereka semua ingin
sekali bersenang-senang. Mereka selalu menikmati kunjungan penyair itu. Tapi
saat ini kelas 3 belum datang. Dan anak-anak sudah mulai terlihat tidak sabar.
Penyair itu
melihat ke wajah mereka yang memancarkan keinginan mereka yang besar. Sesuatu
keturunan yang kurang alami, sepertinya mereka terlihat hampir menahan nafas
untuk antisipasi.
“Kalian sangat
diam hari ini” dia tersenyum pada mereka. ”Mari kita lihat apakah kalian bisa
membuat suasana jadi ramai! Ayo semua teriak ‘Hore !’.
Maka sebuah
teriakan terdengar ’Hore !’